twitter

Senin, 27 Juni 2016

Ketekunan dalam Membangun Bisnis agar Sukses di usia Muda

waaaahh...
Apa kabar brader n' sister semuaaaa.
setelah kemarin kita membahas tentang perjuangan kawan gue dalam hal ibadah dengan judul pejuang subuh, maka kali ini gue mau ngebahas tentang dunia Bisnis yang akan mengantarkan kita kepada kesuksesaan di dunia. *berat ya pembahasannya*
oohh iya sebelumnya gue perkenalin dulu nih sahabat gue, Namanya Fahmi Nurahman dengan wajah tampan dan badan ateletisnya yang penuh dengan otot karna keseringan mengangkat beban keluarga. hahahaaa.. 

gue pernah coba ikut fitnes enggak jauh sama rumah gue, tapi buat gue pribadi alat-alatnya sulit untuk pertama di coba, belum lagi berat-berat banget sumpah. gue bingung kenapa kawan gue itu suka banget fitnes padahal alat-alatnya berat-berat gitu. 
ooohhhh atau mungkin aja... 
semua alat-alat fitnes enggak ada yang berat atau pun sulit buat doi, karna yang berat dan sulit itu adalah menikahi kekasihnya. wkwkwkwkwkww.. *kabur sebelum di lempar barbel*
lanjut..
Doi sudah memulai bisnis dari usia muda, yaa karna sekarang pun dia masih muda. ada banyak pengalaman yang mungkin akan ia ceritakan step by step di blog gue ini, karna jika semua ia tuangkan pasti akan sangat membosankan bacanya. justru itu kita akan sama-sama menunggu tulisan doi setiap minggunya.
eh ngomong-ngomong fotonya enggak jelas yaaaa? nih gue kasih yang sedikit jelasnya. maaf ya cuma sedikit, soalnya yang jelasnya lagi di pinjem sama kakek gue, buat godain nenek-nenek tetangganya, mau di kasih tau kalau itu foto waktu mudanya. yaaaaa maklumin aja yaaaa, lagi masa puber ke dua.
fahmi lagi jadi model di kedai denbei
karna gue udeh banyak omong, keburu kalian bosan dan ngelempar gue pake sendal suwalow, lebih baik kita langsung baca aja artikel doi.
oke cekidot.


Pada dasarnya setiap orang memiliki caranya masing-masing untuk meraih kesuksesan dalam hidupnya. Ada yang ia dapatkan dengan penuh tantangan dan kesulitan melalui beberapa bisnis yang ia jalankan, tapi ada pula yang bisa ia dapatkan dengan mudah dengan hanya bermodal  1 bisnis sederhana yang ia kerjakan.  Dan semua sangat bergantung pada karakter pemilik bisnis tersebut. 

Yang saya percayai adalah akan jauh lebih mudah ketika seseorang mengerjakan 1 bisnis terlebih dahulu, fokus mengerjakan bisnis tersebut hingga bisnis tersebut bias berjalan auto pilot (berjalan otomatis tanpa  perlu ia awasi), setelah itu baru boleh ia kerjakan peluang bisnis lainnya.
Bukan seperti kutu loncat, mudah tergiur melihat peluang usaha baru dan mudah tergoda melihat hasilnya yang lebih besar dan menjanjikan, padahal dilain sisi bisnis pertamanya masih trial (uji coba) dan sangat butuh perhatian ekstra untuk bertumbuh, yang imbasnya adalah ketika ia mudah terlena dengan usaha pertama terancam gagal dan usaha keduanya pun bisa hancur karena sibuk memilih usaha mana yang lebih prioritas.
So always remember this…
Semakin fokus kita terhadap satu tujuan, maka semakin cepat pula kita sampai ditempat yang ingin kita tuju.

Sebelum kita sharing lebih jauh lagi, izinkan saya memperkenalkan diri.
Nama saya Fahmi Nurahman, saya lahir pada tahun 1991 saya pun seorang entrepreneur muda dan marketer perusahaan jasa logistic dan property.
rasanya sangat senang sekali bisa diberikan kesempatan untuk berbagi ilmu dan share pengalaman saya pribadi, melalui akun blog milik sahabat saya Dede Al'Fatih. Semoga dengan adanya blog ini bisa memberi manfaat seluas-luasnya bagi penulis maupun pembaca.
Pada kesempatan kali ini saya ingin membahas mengenai satu sikap yang sangat perlu kita miliki dalam membangun bisnis, yaitu “ketekunan”.
Jadi Tema yang ingin saya bagikan pada kali ini adalah tentang “Arti dari Ketekunan”.



Hanya Fokus pada satu Tujuan!

Muhammad AliMichael Jordan, Oprah Winfrey atau Warren Buffet, mereka semua memiliki persamaan. apa persamaannya?
walau Mereka memiliki profesi yang berbeda-beda, latar belakang, usia dan jenis kelamin yang berbeda. Namun mereka memiliki satu persamaan, yaitu hanya “fokus” pada 1 profesi pilihan. bisa dibayangkan jika Muhammad Ali ingin menjadi pemain basket, Michael Jordan ingin mencoba menjadi seorang Presenter/host Televisi, dan Warren Buffett ingin beralih profesi sebagai pemain NBA Professional. mungkin Nama mereka tidak akan Sukses seperti hari ini.
Sama halnya ketika kita ingin membakar sebuah kertas dengan menggunakan kaca pembesar, kertas tersebut tidak akan terbakar jika kita terus mengubah sudut pencahayaan sinar matahari.
tetapi jika membidik titik yang sama pada kertas, maka perlahan kertas tersebut akan terbakar.

Begitupun dengan kita, kita tidak bisa menginginkan semua hal dalam satu waktu, setidaknya kita kerjakan dulu satu hal, sampai betul-betul berhasil baru mengerjakan bidang yang lain.
Karena pada dasarnya jika kita ingin mendapatkan segalanya, pada akhirnya kita tidak akan mendapat apa-apa. “if you want to get everything, finally you get nothing”



Harus lebih Teliti dan Berhati-hati

Ada nasihat bijak mengatakan seperti ini, “Jangan taruh semua telur anda didalam satu keranjang”.
atau jangan taruh semua investasi anda dalam satu bidang bisnis saja.
Bagaimana pendapat anda? 
Menurut saya nasihat tersebut sangat bagus, tetapi sepenuhnya saya tidak terlalu setuju dengan nasihat tersebut, Karna saya lebih setuju dengan Nasihat Warren Buffet.
Kenapa ?
Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia menyarankan “Taruh semua telur yang anda miliki dalam satu keranjang”. Mungkin menurut anda “kalau kita menaruh telur dibanyak keranjang, kita bisa antisipasi, jika satu keranjang pecah toh masih ada telur dikeranjang lain”. Namun berbeda dengan argumen dari warren buffet “Dengan menaruh telur didalam satu keranjang, kita bisa menjaga telur tersebut dengan hati-hati supaya tidak ada satu telur pun yang pecah”.
Dia menjadi orang yang sangat kaya dengan menaruh telurnya dalam satu keranjang, Warren Buffet hanya bermain saham. Saham-saham yang ia beli pun hanya saham-saham konvensional seperti Gillete dan Coca-cola. Ia hanya focus dengan membeli saham yang memiliki fundamental yang kuat. Ia tidak tertarik dengan membeli perusahaan yang berbasis teknologi atau perusahaan dot.com lainnya,
karena menurutnya perusahaan tersebut merupakan usaha musiman, berbeda dengan Coca-cola dan Gillete. 
Begitulah warren buffet, Ia sangat fokus dengan cara dan idealisme nya.

Lalu jika anda berpikir, apakah tidak boleh memiliki banyak bisnis ? diluar sana juga banyak orang yang memiliki banyak bisnis dan berhasil. Bagi saya tidak masalah anda memiliki banyak bisnis dibidang apapun, tapi sebelum mulai bisnis baru anda, pastikan bisnis yang sedang anda jalankan sudah berjalan dengan baik, memiliki system, dan dapat ditinggal seperti saran saya diatas. Setelah itu baru bisa anda memulai bisnis baru anda.

Pada awal memulai bisnis pertama saya ketika berumur  19 tahun, saya mengambil apapun kesempatan yang ada bisa saya ambil didepan mata, saya akan kejar peluang tersebut jika menurut saya bisnis tersebut menguntungkan.

Saya sangat berambisi dan kurang berhati-hati pada saat itu, Karena pada dasarnya saya senang melakukan hal-hal baru. Ketika itu kurang lebih ada 5 bisnis baru yang telah saya jalankan, mulai dari produk obat-obatan, supplier material bangunan, bahan bakar industri, kuliner, dan bisnis konvensional lainnya.
lalu apa hasilnya ?
Alhamdulillah selama 1 tahun pertama saya mengerjakan kelima bisnis tersebut, 3 dari bisnis tersebut tutup dengan sempurna. 
Hingga papa saya menasihati, “Pemimpin yang bijak harus lebih berhati-hati dan teliti dalam mengambil setiap keputusan, akan banyak peluang datang menghampiri kamu kedepannya, semuanya terlihat menggiurkan, tetapi ingat tidak semua hal bisa kamu kerjakan".

Saya beri contoh lainnya, anggaplah sekarang kita sedang berada disebuah mall dan diparkiran tersebut masih terdapat banyak lahan parkIr tersedia. Karena banyak spot yang kosong, membuat kita lebih lama berpikir dan memutuskan untuk parkir dimana, lalu berputar-putar diarea tersebut sebelum memutuskan untuk memarkirkan kendaraan di spot yang kita inginkan.  Berbeda halnya ketika dilokasi area parkir tersebut, hanya ada satu tempat kosong. Maka tanpa perlu berpikir lagi kita akan langsung mengambil tempat tersebut.
Bisnis juga sama seperti itu, semakin banyak pilihan, semakin banyak bisnis berjalan dalam waktu yang bersamaan. Membuat pikiran bingung, bingung mana yang mau dikerjakan terlebih dahulu dan akhirnya malah membutuhkan waktu yang lebih lama untuk sukses dibandingkan jika kita focus mengerjakan 1 bisnis terlebih dahulu.



Besarkan Bisnis dan buatlah ia Berjalan Sendiri

Johnny Andrean misalnya, pada awalnya ia berbisnis ia hanya fokus dalam satu bidang yaitu tata rias atau salon.
setelah salon-salon yang dimilikinya sukses, memiliki system dan bisa berjalan auto pilot.
barulah ia mulai melirik bidang lain. Barulah Kemudian ia membawa bread talk masuk ke pasar Indonesia, brand bakery franchise dari singapura yang mengusung sistem open kitchen ( dapur terbuka) sehingga pengunjung bisa melihat secara lagsung bagaimana proses pembuatan rotinya, mulai dari pengolahan bahan adonan hingga ditata diatas display
Karena Konsep tersebut relatif baru pada saat itu, bread talk pun booming di indonesia.
tidak berhenti sampai di bread talk, setelah bread talk sukses maka dibuatlah J.co sebuah resep mengusung konsep yang sama namun dibuat menyesuaikan lidah orang Indonesia, dan akhirnya J.co pun dapat diterima diindonesia. bahkan cabangnya sudah ada di Malaysia dan singapura.

Dari kisah tersebut kita belajar, mengurus Bisnis sama seperti ketika kita sedang mengasuh anak, ketika cara asuh kita terhadap anak (bisnis) tersebut salah, dengan tidak diberi asupan dan perhatian  secara teratur, Maka perkembangan anak (bisnis) tersebut tidak optimal, dan cepat atau lambat bisnis tersebut akan kolaps / tidak menghasilkan sama sekali. Tetapi sebaliknya jika kita mengelola nya dengan baik dan penuh ketekunan, maka usaha tersebut akan tumbuh dengan sangat optimal.
tidak ada larangan untuk bermain di banyak bisnis sekalipun,  bahkan bisnis yang tidak saling berhubungan. Tapi pastikan dengan adanya bisnis yang baru, jangan sampai menghambat laju pertumbuhan bisnis yang telah kita mulai terlebih dahulu. Jika tidak, anda mungkin malah akan menghancurkan bisnis yang anda telah bangun dengan susah payah.


------------------------------------------------------



it’s me,

being me sharing what i think to all of you



Fahmi nurahman

Follow me on twitter : @fahminurahman
Facebook Fahmi Nurahman
Instagram : @fahminurahman_


wah asek kan pembahasannya, sukses di usia muda! siapa sie yang enggak mau?! kita-kita pasti menginginkan sukses di usia muda. tapi semua emang enggak semudah yang di pikir, karna akan selalu ada tantangan ujian cobaan tangisan dan bahkan suka ada penghianatan di dalam perjalanan menuju sukses itu.
buat loe loe yang sedang atau akan menempuh perjalanan menuju sukses muda ini, kuncinya simple "jangan tua" udah itu aja, karna kalau loe tua udeh gak bisa lagi di sebut sukses muda.
wel wel wel.. doi juga enggak akan jauh beda sama sahabat gue sebelumnya Ahmad Sukri Bashari, doi pun akan menulis sebuah buku, tapi bukunya apa?? gue pun belum tau saudara-saudara, mari sama-sama kita tunggu saja kapan buku suci itu akan terbit seperti sinar mentari pagi yang akan memberi pencerahan pada dunia. Hahahahahahaa..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar