Gue punya sahabat Bernama Ahmad Syukri Bashari. panggilannya Kiki, orangnya bisa di bilang tampan di banding penghuni Ragunan. *ini serius loh*
doi baik hati sekali, bahkan bisa di katagorikan kalem, dia suka sekali dengan anak kecil, apa lagi anak kecil yang ngegemesin. terakhir gue tahu anak kecil yang ngegemesin itu di jadiin sup tomyam. kelebihan kiki yang lainya dia tidak pernah sombong, bahkan di bilang tampan doi gak pernah risih. tapi bukan gue yang bilang. sumpah!!
sebelum loe baca gue mau kasih tahu orangnya dulu.
ini penampakan Kiki.
Oh iya tanpa panjang lebar mari kita baca pengalaman beliu hingga bisa menjadi seorang Pejuang Subuh yang tentunya tidaklah Mudah.
oke cekidot.
Sholat subuh dimasjid? Wiih, kepikiran Aja enggak pernah.
Mungkin saya seperti kebanyakan anak muda Lainnya yang hidup dikota metropolitan, hedonis, boro-boro mikir akhirat, sholat Aja diakhir waktu, apalagi subuhnya, bisa dibilang itu sholat duha bukan subuh. *tepok jidat*
7 tahun yang lalu sekitar tahun 2009, inilah Titik balik dimana perubahan ini mulai kearah yang Lebih baik. Bisnis ambruk Dan perusahaan tempat saya bekerja bangkrut. I've nothing left. Disinilah mulai berpikir Dan introspeksi, Hati ini merasa hampa, Ada sebuah kokosongan yang tidak dapat dijelaskan.
pada akhirnya saya membaca satu buku yang membuat saya tersadar betapa diri ini Jauh dari Allah. Yaitu bukunya ustdz Yusuf Mansur, "keluar Dari kemelut hidup". air mata yang keluar ketika membaca buku ini. Setelah itu saya berazam untuk mulai memperbaiki sholat Dan mengerjakan yang sunah seperti yang disarankan ustad Yusuf Mansur.
Ada satu ayat yang saya pegang, Allah berfirman di dalam Hadis Qudsi "..jika seorang Hamba datang kepada-Ku sejengkal maka Aku akan mendatanginya sehasta, jika mereka mendatanginya-Ku dengan berjalan maka Aku Akan mendatanginya dengan berlari". Saya berdoa "Ya Robb' saksikanlah bahwa Hamba Akan mendatangi-Mu dengan berlari!"
Well, it's not easy like it seem. Pertama Kali belajar tahajud saya menyetel semua alarm yang ada dan saya khusus membeli weker yang dari besi yang suaranya keras sekali. Dan yak, enggak mempan. Pertama-tama bangun tapi lama-lama tangan secara otomatis mematikan semua alarm itu. Saya mencoba untuk menaruh alaram itu Jauh dari jangkauan agar setidaknya saya bangun dulu untuk mematikannya. Dan yak, gagal, tetep enggak kebangun. Saya sempat suudzon kepada Allah, apakah Allah tidak berkenan dengan niatan saya untuk berubah karna banyaknya dosa?
Akhirnya malam harinya sblm tidur saya sholat 2 rakaat Dan berdoa agar bisa bangun malam. Alhamdulillah kebangun. Selain itu untuk memudahkan bangun malam mintalah bantuan orang lain utk membangunkan. Trust me it works, sampai pada akhirnya kita bisa terbangun sebelum weker berbunyi.
Alhamdulillah pada akhirnya saya bisa rutin bangun malam untuk sholat tahajud, tetapi saya jadi sering telat subuhnya karna ketiduran setelah tahajud. Seiiring berjalannya waktu, banyaknya majelis ilmu yang saya datangi dan buku-buku yang dibaca. Ada satu hal yang baru saya ketahui dan ini point yang orang lain juga harus ketahui. Bagaimana mungkin pahala sunah mengalahkan pahala wajib, yaitu bagaimana mungkin pahala sholat tahajud mampu mengalahkan pahala sholat tepat waktu dimasjid (khususnya subuh). Karena saya baru mengetahui bahwa pahala sholat subuh dimasjid itu seperti pahala mengerjakan sholat malam (tahajud) semalam suntuk! Dan yang terjadi, saya malah mengorbankan pahala sholat subuh yang besar itu hanya untuk tahajud yg paling banyak saya kerjain cuma 4 rakaat *tepokJidat. Well, sekarang saya lebih fokusin di sholat subuhnya. Dan biar tetep dapet tahajudnya (soalnya salah satu fadhilah tahajud itu bisa bikin kita ganteng lho ;)), saya bangun mendekati waktu subuh, toh waktu tahajud kan sampe adzan subuh berkumandangkan? Jadi, tahajud dapet, subuh dimasjid pun dapet. (jangan lupa sholat fajarnya ya ;))
Masalah yg paling sulit ternyata bukan pada bangun malamnya, tetapi menjaganya yang sangat sulit. Semua orang bisa tahajud, semua orang bisa puasa senin kamis (doakan saya bisa istiqomah daud sekarang ya) semua orang bisa pol-polan ibadahnya, tetapi tidak semua orang mampu istiqomah. Dan seperti inilah yang terjadi, perjuangan untuk dapat istiqomahlah yang sulit. Kondisi iman itu naik turun, tidak dapat dipungkiri. Salah satu cara untuk menjaga tingkat keimanan kita adalah dengan memperbanyak teman-teman yang sholeh dan menghadiri majelis-majelis ilmu.
Tetapi Allah sesungguhnya Maha Melihat, hidayah tidak datang begtu saja, tetapi HARUS dicari. Sampai pada akhirnya say abertemu dengan bulan Romadhon. Sungguh sangat membantu. Bangun sahur sholat tahajud dulu, setelah sahur lanjut subuh kemasjid. Alhamdulillah 5 waktu enggak Ada yang terlewat, semuanya dapat sholat dimasjid, sampai saya meminta kepada papa agar mudiknya setelah sholat ied dengan harapan dapat genap sholat 5 waktu dimasjid sebulan penuh. Ibadah yang daapt dilakukan saya lakukan, qobliyah badiyah, duha, sedekah, witir, membaca Quran, menghadiri majelis ilmu, dan lain-lain.
Puncaknya adalah pada Saat Malam ke 27, sehabis tahajud sekitar jam 2, saya istirahat sejenak nonton televisi, waktu itu Ada film action, tiba-tiba semua dosa lama berkelebatan, saya tidak dapat melukiskannya, semua rasa jadi satu, takut, rindu dan cinta. Posisi masih dalam keadaan menatap televisi tetapi air Mata mengalir dengan derasnya, seumur hidup belum pernah saya menangis kejer sekejernya. Televisi saya matikan saya lanjutkan berdoa, saya curahkan dan tumpahkan semuanya, saya tunduk, takluk dan ikhlas.
Allah lah yang memberikan kemudahan. Alhamdulillah semua ibadah itu terus berlanjut setelah Romadhon berakhir. Apakah setelah ibadah itu saya langsug mendapatkan pekerjaan? Hehe tidak, proses menganggur masih berlanjut. Karena jujur saja pada awal saya sholat biar cepet dapet kerja lagi. Apakah saya merasa sia-sia? Tidak. apakah karena saya selalu gagal dalam setiap tes pekerjaan menjadikan saya berhenti ibadahnya? Tidak. Innasholati wanusukii wamahyaaya wamamaati lillahirobbil'alamin, saksikanlah Ya Robb' sesungguhnya sholatku, hidup dan matiku hanyalah untuk Tuhan pencipta alam ini. hidayah yang Allah berikan berupa kenikmatan iman sungguh sangat besar, saya baru sadar kenapa para khotib selalu bilang nikmat imanlah yang paling besar. Kenapa bukan rejeki, kesehatan atau umur yg panjang? Karena sesungguhnya Tanpa iman, rejeki, kesehatan dan umur yang panjang tidaklah berarti, try it! Iman itu manis.
Ada banyak perubahan besar yang terjadi pada diri ini. Yang paling mencolok adalah saya menjadi sangat cengeng! Saya agak kuatir awalnya, masa liat rombong haji yang baru pulang Aja nangis Dan itu ditengah jalan, untung make helm hehe. Denger ceramah nangis, enggak bisa Bantu orang nangis, enggak bisa motong kambing buat qurban nangis, kalau imam bacaannya bagus juga bisa nangis. Ternyata kata ustdz Arifin Ilham itu tanda lembutnya Hati dan diterimanya ibadah kita (Aamiin). Khawatirlah kalian apabila disebut Nama Allah tetapi Hati ini tidak Bergetar. Perubahan besarpun juga terjadi pada diri ini, ucapan, pandangan, dan tindak tanduk ini jadi terkontrol, karna yang saya rasakan Allah setiap saat melihat. Timbul rasa cinta dan rindu yg luar biasa. Ehm... Susah ngejelasinnya, diri ini terkadang cemburu jika melihat ada orang lain yang ibadahnya lebih baik atau sedekahnya lebih banyak.
Tanpa saya sadari, keistiqomahan yang saya coba untuk jaga ternyata cara dakwah yang baik. Kok bisa? Coba aja deh jangan banyak tanya. Jangan pernah takut riya dalam beribadah, ini masalah kita dengan Allah secara langsung, niatkan dalam hati apa-apa yang kita kerjakan adalah karena Allah. saat ini yang maksiat aja udah berani terang-terangan masa yang berbuat baik harus sembunyi-sembunyi?! Salah! Tapi yang paling penting jangan pernah memaksa seseorang untuk ibadah, jadilah Pribadi muslim yang baik. Akmalul mukminiina ihsaana ahsanuhum khuluqon, seorang mukmin yang paling baik imannya adalah yang paling baik akhlaknya. Jadi, mukmin yang baik itu bukan yang paling banyak jumlah rakaat duhanya, paling sering shaumnya, dan lain-lain. tapi mukmin yang paling baik adalah yang santun budi pekertinya. Lihatlah Rosulullah SAW, betapa santun dan mulianya akhlak beliau.
Ada satu fenomena yang amat sangat menyedihkan, kenapa Jemaah subuh itu isinya cuma aki-aki! Dimana para pemudanya?! Alhamdulillah akhirnya saya menemukan account @PejuangSubuh, subhanallah disini saya tidak merasa sendiri, ternyata banyak sekali para Pejuang Subuh yang bertebaran Dan semakin bertambah setiap harinya. Tinggal tunggu kebangkitan Islam ! Allahuakbar!!
Teruslah mencari ilmu, Dan istiqomah. Sesungguhnya Allah tidak pernah meninggalkan kita, tetapi kitalah yang meninggalkan-Nya.
Alhamdulillah sekarang saya sudah bekerja, dan tempat kerja saya benar-benar seperti apa yang saya minta, dekat rumah, gaji okelah, dan yg paling penting dekat dengan masjid, jadi shalat 5 waktu terjaga. Saat ini juga sedang merintis bisnis, yaah memang belum kliatan hasilnya, tapi setidaknya dari bisnis itu saya bisa membantu seorang janda berikut 5 orang anaknya yang yatim. Saya punya impian kelak memiliki banyak panti asuhan dan pesantren tahfidz! Aamiin. Kalo mau tahu kelanjutan cerita ini, tunggu buku saya terbit dan doakan saya Sukses ya, karna itu buku baru sampe Bab "Bankrut"
Best regards
Ahmad sukri B (kiky)
Follow me @KukuKakiKiky
gimana bagus kan?? pastilah.
gue aja udah gak sabar pengen baca bukunya.
tapi gue gak mau beli, minta aja :p *licik*
oh iya dia sekarang udah nikah loh, bahkan udeh punya seorang Putra. enggak kalah tampan sama gue. *oke iya gue boong*
nih gue kasih liat foto Keluarga kecilnya. biar enggak penasaran.
![]() |
oh iya ngomong-ngomong soal jodoh gue juga udah punya jodoh loh. sumpah! kalau bohong! di suruh makan pizza dua loyang gue siap deh!
nih gue kasih liah fotonya biar loe percaya.
oke gue tau apa yang kalian pikirkan?! dan plise jangan komen soal jodoh gue!



Waahh sebenernya rada berat lho nulis ini, pertanggungjawabannya tinggi, doakan istiqomah ya..
BalasHapusUhm.. Nanti gw ceritain tentang kisah cinta gw jg deh :D doain biar dimudahkan buat menulisnya ya
Waahh sebenernya rada berat lho nulis ini, pertanggungjawabannya tinggi, doakan istiqomah ya..
BalasHapusUhm.. Nanti gw ceritain tentang kisah cinta gw jg deh :D doain biar dimudahkan buat menulisnya ya
hahahahaa.. jangan berfikir beratnya Bray Q, Biarin yang mikir berat cukup para wanita aja itu udah cukup memaksa mereka buat diet. lebih baik berfikir amal yang di dapat. krn jika ketakutan itu terusa melanda, lalu siapa yang akan berdakwah :)
Hapusoh iya di tunggu loh cerita selanjutnya :)